Translate

Sabtu, 27 Desember 2014

Makalah kulit buah kakao

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Ketersediaan pakan ternak merupakan masalah utama dalam pembangunan peternakan. Bila ditinjau dari segi biaya produksi dalam suatu usaha peternakan, maka biaya makanan merupakan biaya yang paling tingi jika dibandingkan dengan biaya produksi lainnya. Biaya makanan ini dapat mencapai lebih dari 75% dari total biaya produksi. Oleh karena itu pentingnya mencari bahan alternative yang dapat dijadikan sebagai bahan pakan pengganti yang kandungan nutrisinya sama dengan bahan pakan pokoknya.
Salah satu alternative yang dapat diambil adalah dengan menambah pengetahuan mengenai sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternative pakan ternak. Misalnya, limbah dari tanaman perkebunan, limbah tanaman perkebunan dapat dihasilkan dalam skala yang cukup besar dan memungkinkan dijadikan sebagai bahan alternative pakan ternak.
Limbah kakao atau yang sering kita kenal dengan buah coklat merupakan bahan makanan non konvensional yang dapat digunakan sebagai bahan alternative pakan ternak. Limbah buah coklat diantaranya dapat terdiri dari kulit buah coklat dan kulit biji coklat. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk mengangkatnya dalam makalah ini dengan judul “ Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Coklat Sebagai Bahan Alternatif Pakan Ternak “.

1.2  Rumusan Masalah
Dalam makalah ini penulis mengangkat rumusan masalah yaitu apa saja kandungan nutrisi yang terdapat pada kulit coklat.



1.3  Batasan Masalah
Untuk lebih memfokuskan permasalahan maka pembahasan permasalahan hanya difokuskan pada kandungan nutrisi yang terdapat pada kulit coklat apabila dikonsumsi secara terus menerus.

1.4  Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah  ini adalah untuk mengetahui kandungan nutrisi yang terkandung dalam kulit buah coklat.

1.5  Manfaat
Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui kandungan nutrisi yang terkandung pada kulit buah coklat sehingga pembaca dapat memanfaatkan limbah kulit buah coklat sebagai alternative bahan pakan ternak.


 BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1 Tanaman kakao
Tanaman kakao atau coklat ( theobroma cacao L) termasuk dalam devisio spermathopyta, kelas dycotyledon, ordo marvales, family sterculiacea, genus thebroma dan dan spesies theobroma cacao L (NPDC 2000). Tanaman ini pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1560 di bawa oleh orang – orang spanyol (swasono 1990). Luas area perkebunan kakao pada tahun 2006 adalah 1.191.742 Ha dan produksi tanaman kakao berkisar 748.847 ton (Deptan 2007). Peningkatan luas area tanaman produktivitas dan produksi kakao cenderung selalu diikuti dengan peningkatan limbah yang dikeluarkan. Limbah perkebunan tanaman coklat diantaranya kulit buah, kulit biji dan plasenta. Kulit buah merupakan limbah yang paling besar yang dikeluarkan sekitar 75% (Darwis dkk. 1998) dari buah kakao segar. Produksi satu ton biji kakao kering setara dengan 10 ton kulit buah kako segar. untuk menangani produksi yang tinggi diperlukan penanganan limbah secara efektif sehingga tidak mengganggu proses produksi dan lingkungan sekitar pabrik pengolahan. Kulit buah kako segar mengandung kadar air sekitar 85% (Tequia dkk. 2004) sehingga mudah menjadi busuk. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kulit buah kakao dapat dimanfaatkan menjadi pakan ternak. Kulit buah kakao mengandung 6,2% protein dan 45% serat kasar (Aregheore 2002) sehingga lebih banyak digunakan sebagai pakan ternak ruminansia. Buah kako terdiri dari tiga bagian yaitu kulit buah sebesar 75, 6%, plasenta 2,59%dan biji 21,74%. Pengolahan mampu meningkatkan nilai manfaat kulit buah kako sebagai pakan ternak.
2.2 Jumlah Produksi dan keberadaan Buah coklat di Indonesia
Produksi kakao di Indonesia sekarang ini cukup meningkat karena seiring dengan program pemerintah untuk meningkatkan pengembangan tanaman kakao. Selama lima tahun terakhir ini produksi kakao terus meningkat sebesar 7,14% pertahun atau 49,200 ton pada tahun 2004. Jika proporsi lmbah kulit kakao mencapai 74% dari produksi, maka limbah kulit buah kakao mencapai 36408 ton per tahun, maka dari itu limbah kulit buah kakao merupakan suatu potensi yang sangat besar untuk dimanfaatkan sebgai pakan ternak.
Tanaman Kakao di Sumatera Utara memiliki peran penting sebagai komoditas sosial karena 50% dari luas arealnya merupakan perkebunan rakyat, disamping komoditi ekspor. Sampai tahun 2005 kakao yang telah ditanam di wilayah Indonesia seluas 668.919 Ha dan 57.930,82 Ha (7,25%) berada di Sumatera Utara dengan produksi buah segar 160.015,29 ton/tahun. Dari buah segar akan dihasilkan limbah kulit buah Kakao sebesar 75%.
2.3 kandungan Nutrisi Kulit coklat
Kulit buah kakao (shel fod husk) adalah merupakan limbah agroindustri yang dihasilkan tanaman kakao. Berdasarkan beberapa sumber yang telah melakukan penelitian, kulit kakao atau biasa disebut kulit cokelat mempunyai kandungan gizi yaitu
Tabel 1. Analisis Proksimat Pakan Kulit Buah Kakao Segar dan Fermentasi
Komposisi
Segar (%)
Fermentasi(%)
Bahan Kering
15.5
81.4
Protein Kasar
9.15
14.9
Serat Kasar
32.7
24.7
Lemak
1.25
1.32
BETN
41.2
47.1
Abu
15.4
63.2
TDN
50.5
12.7
Kalsium
0.29
0.21
Posfor
0.19
0.13
Keterangan :  Fermentasi dengan probiotik selama 2 minggu, kering ,matahari
Bahan Ekstrak tanpa Nitrogen ,dihitung dengan rumus Hartadi dkk (1980)
Sumber : A. Prabowo, dkk., 2002.

Tabel 2. Kandungan gizi kulit buah kakao segar dan kulit buah kakao fermentasi

Nutrisi, energy,
KBK dan KBO
Kulit buah kakao segar
Kulit buah
kakao fermentasi
Bahan Kering %
14,5
18,4
Abu %
15,4
12,7
Protein Kasar %
9,15
12,9
Lemak %
1,25
1,32
Serat Kasar %
32,7
24,7
BETN %
41,2
47,1
TDN %
50,3
63,2
ME, MJ/kg
Bahan Kering
7,60
9,20
Kecernaan
Bahan Kering
(KBK)
76,3
38,3
Kecernaan
Bahan Organik(KBO)
25,4
42,4
Ca
0,29
0,21
P
0,19
0,13
Sumber : Balai Penelitian Ternak Ciawi, 1997
Tabel 3. Kandungan Gizi Kulit Buah Kakao
Komponen
1
2
3
Bahan kering
Protein kasar
Lemak
Serat kasar
Abu
BETN
Kalsium
Pospor
84,00 – 90,00
6,00 – 10,00
0,50 – 1,50
19,00 – 28,00
10,00 – 13,80
50,00 – 55,60
-
-
91,33
6,00
0,90
40,33
14,80
34,26
-
-
90,40
6,00
0,90
31,50
16,40
-
0,67
0,10
sumber: 1. Smith dan Adegbola (1982)
2. Amirroenas (1990)
3. Roesmanto (1991)

Tabel 4. Kandungan nutrisi kulit buah Kakao tanpa fermentasi dan kulit buah kakao yang difermentasi dengan Aspergillus niger.

Nutrisi

Kulit buah Kakao
Kulit buah Kakao fermentasi

Bahan kering (%)
89,40a
83,70b

Energy metabolis (Kkal/kg)
-
1767,864c

Protein kasar (%)
7,35b
12,89b

Lemak kasar (%)
1,42a
2,96b

Serat kasar (%)

33,10a
21,50b

Abu (%)

9.89a
9,05b

Sumber:
a Siregar(2009)


b Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak FP USU (2011)
c  Loka Penelitian Kambing Potong Sei Putih (2011)


Tabel 5.Kandungan nutrisi kulit buah kakao non fermentasi dan kulit buah kakao fermentasi


Nutrisi


Perlakuan





BahanKering
Bahan organic
Protein Kasar
SeratKasar


(g/kg)
(g/kg BK)
(g/kg BK)
(g/kg/BK)







Tanpafermentasi
829
894
78
598







Fermentasi Aspergilusniger
782
878
135
539


Sumber :Laboratorium Nutrisi, UniversitasTadulako, 2008.


Fermentasi

Fermentasi sering didefenisikan sebagai proses pemecahan karbohidrat dan asam amino secara anaerob yaitu tanpa memerlukan oksigen. Senyawa yang dapat dipecah dalam proses fermentasi adalah karbohidrat, sedangkan asam amino dapat difermentasi oleh beberap jenis bakteri tertentu (Friaz, 1992). Menurut Saono (1974) fermentasi adalah segala macam proses metabolisme dimana enzim dari mikroorganisme (jasad renik) melakukan oksidasi, reduksi, hidrolisa, dan reaksi kimia lainnya, sehingga terjadi perubahan kimia pada substrat organik dengan menghasilkan produk tertentu.
Fermentasi adalah kondisi perlakuan dan penyimpanan produk dalam lingkungan dimana beberapa tipe organisme dapat berkembangbiak. Proses fermentasi mikroorganisme memnperoleh sejumlah energi untuk pertumbuhannya


dengan jalan merombak bahan yang memberikan zat-zat nutrien atau mineral bagi mikroorganisme seperti hidrat arang, protein, vitamin, dan lain-lain (adams and Moss, 1995). Proses fermentasi dapat dilakukan melalui kultur media padat atau semi padat dan media cair, sedangkan kultur terendam dilakukan dengan menggunakan media cair dalam bio-reaktor atau fermentor.
Melalui fermentasi terjadi pemecahan substrat oleh enzim-enzim tertentu terhadap bahan yang tidak dapat dicerna, misalnya seluosa dan hemiselulsa menjadi gula sederhana. Selama proses fermentasi terjadi pertumbuhan kapang, selain dihasilkan enzim juga dihasilkan protein ekstraseluler dan protein hasil metabolisme kapang sehingga terjadi peningkatan kadar protein (Winarno, 1983).

Aspergillus niger

Aspergillus niger merupak salah satu strain yang paling umum dan mudah diidentifikasi dari genus Aspergillus, family Moniliaceae, ordo monoliales, dan kelas fungi imperfecti. Aspergillus niger dapat tumbuh dengan cepat, diantaranya digunakan secara komersial dalam produksi asam sitrat, asam glukonat, dan pembuatan beberapa enzim seperti amylase, pektinase, amiloglukosidase dan sellulase. Aspergillus niger dapat tumbuh pada suhu 35oc – 37oc (optimum), 6 oc - 8 oc (minimum), 45 oc - 47 oc (maksimum) dan memerlukan oksigen yang cukup (aerob) (Media Komunikasi Permi Malang, 2007).

Kulit buah kakao mengandung alkaloid theobromin (3,7 – dimethylxantine) yang merupakan factor pembatas pada pemakain limbah kakao sebagai pakan ternak. Kandungan theobromin disajikan pada table.




Tabel 6. Kandungan Theobromin pada Bagian-Bagian Buah Kakao
Bagian Buah Kakao
Kandungan theobromin (%) 
- Kulit buah
- Kulit biji
- Biji 
0,17 – 0,20
1,80 – 2,10
1,90 – 2,0 
Sumber : Wong, dkk (1988)

2.4 Cara Pengolahan Kulit Buah Kakao Sebagai Pakan Ternak

Prosedur pengolahan kulit buah kakao untuk dijadikan sebagai bahan pakan ternak adalah sebagai berikut :

a    Kulit buah kakao dicacah dengan menggunakan parang atau chopper (manual atau elektrik).

b    Cacahan kulit buah kakao ditebarkan secara merata diatas terpal atau lantai kemudian disemprot dengan larutan

Aspergilusniger secara merata.

c    Cacahan kulit buah kakao difermentasi selama 5-6 hari dengan cara memasukkan kedalam karung atau ditumpuk pada lantai dan ditutup secara rapat dengan terpal.

d    Penjemuran dengan sinar matahari selama 2 (dua) hari pada kondisi normal.

e    Kulit buah kakao yang telah kering digiling sampai halus menggunakan grinder (mesinpenggiling)

f     Tepung kulit buah siap diberikan pada ternak sapi

g    Untuk menjaga tepung kulit buah kakao dalam jangka panjang dianjurkan disimpan dalam karung yang dilapisi plastik.

2.5 Rekomendasi pemberian kulit kakao
Sapi  : pemberian 2 kg/ekor/hr + rumput alam ( bentuk segar dan fermentasi)
Kambing : 2-3 kg/ekor/hr dalam bentuk segar dan fermentasi
Ayam  : 22% tepung kakao pada ransum ayam  dalam bentuk tepung (fermentasi)
Sumber :BPTP Lampung


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa nutrisi yang terkandung dalam kulit buah kakao memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai bahan alternative bahan pakan ternak namun dalam penggunaannya harus memenuhi rekomendasi karena kulit buah kakao mengandung alkaloid theobromin.
 DAFTAR PUSTAKA

Aregheore EM.2002. Chemical Evaluation and Digestibility of cacao (thoebroma cacao) by product fet to goat. Tropical. Animal Health and production 34:339-348.
Darwis AA, Sukara E, Tun tedja, Purnawati R. 1998. Biokonservasi limbah Lignoselulosa oleh trichoderma viride dan aspergillus niger. Bogor: Laboratorium Bio-Industri.,PAU Bioteknologi IPB.
[Deptan] Departemen pertanian.2007. Pusat Data dan Informasi Pertanian: Komoditi kakao. http://database.deptan.go.id/bdspweb/f4-frame.asp. Di akses pada 11 juni 2014
[NPDC] National Plant Data Centre. 2000. The plant Database, database (version 5.1.1). http://plants.usda.gov./theobroma cacao L.htm
Pusat Penelitian Kopi dan Kakao. 2004. Panduan Lengkap Budidaya Kakao. Agromedia Pustaka : Jakarta.
 Swasono. 1990. Budidaya Coklat. Bandung : Angkasa
Tequia A. Endeley HNL, Beynen AC. 2004. Broiler Performance upon Dietary Subtitution of cacao husks for Maize. Int J poult sci 3(12)779-782

2 komentar:

  1. bagaimana cara pengolahan kulit buah kakao yang dijadikan pupuk organik cair ?
    dan apa manfaat serta kandungannya ?
    mohon bantuannya ya bg....terima kasih ..

    BalasHapus
  2. Apabila Anda mempunyai kesulitan dalam pemakaian / penggunaan chemical , atau yang berhubungan dengan chemical,oli industri, jangan sungkan untuk menghubungi, kami akan memberikan konsultasi kepada Anda mengenai masalah yang berhubungan dengan chemical.

    Salam,
    (Tommy.k)
    WA:081310849918
    Email: Tommy.transcal@gmail.com
    Management

    OUR SERVICE
    Boiler Chemical Cleaning
    Cooling tower Chemical Cleaning
    Chiller Chemical Cleaning
    AHU, Condensor Chemical Cleaning
    Chemical Maintenance
    Waste Water Treatment Plant Industrial & Domestic (WTP/WWTP/STP)
    Degreaser & Floor Cleaner Plant
    Oli industri
    Rust remover
    Coal & feul oil additive
    Cleaning Chemical
    Lubricant
    Other Chemical
    RO Chemical

    BalasHapus